PT DANONE AQUA TBK adalah pelopor di bidang industri air minum dalam kemasan di Indonesia dan wilayah Asia Tenggara. Perusahaan ini didirikan pada tanggal 23 Pebruari 1973, dan mulai memasarkan produknya dengan merek dagang AQUA pada bulan Oktober 1974 dan sejak saat itu Perusahaan telah memasarkan produknya dalam berbagai ukuran kemasan yaitu: 5 Galon (19 liter) dengan botol polycarbonate pakai ulang, botol PET 1500 ml, 600 ml dan 330 ml, gelas polypropylene 240 ml dan botol kaca 380 ml pakai ulang.
Kualitas produk yang tinggi, inovasi teknologi kemasan, pelayanan konsumen, sistem dan jaringan distribusi adalah merupakan faktor utama dari keberhasilan AQUA. Keunggulan lainnya dari AQUA adalah bahan baku air yang digunakan berasal dari sumber mata air pegunungan yang mengandung mineral-mineral penting dan seimbang. Setiap tetes AQUA melalui 27 langkah tepat sistem Hydro pro untuk menjamin kemurniannya. Ini adalah persyaratan untuk semua produk AQUA terlepas dimanapun AQUA diproduksi.
AQUA memiliki program CSR yang disebut WASH (Water Access, Sanitation, Hygiene Program) yang bertujuan untuk meningkatkan lingkungan bagi masyarakat pra-sejahtera. Melalui program WASH, AQUA berkontribusi secara aktif dan berkelanjutan untuk memberikan solusi atas berbagai permasalahan yang berkaitan dengan penyediaan air bersih di Indonesia”. Salah satu program WASH adalah program Satu untuk Sepuluh ini. Program Satu untuk Sepuluh sejalan dan mendukung program Millenium Development Goals (MDGs) yang dicanangkan oleh PBB guna memerangi kemiskinan dan kelaparan di berbagai belahan dunia dengan target di tahun 2015.
Berdasarkan unsur-unsur sebagai berikut “1L Aqua untuk 10L Air Bersih”
·Spesifik
Kegiatan ini terspesifikasi dengan jelas, dimana Aqua mengupayakan program pengadaan air bersih bagi masyarakat di daerah yang mengalami kesulitan iar bersih yaitu di Timor Tengah Selatan, NTT. Progaram ini sesuai dengan citra produk yang dihasilkan Aqua yaitu air mineral. Sudah selayaknya Aqua sebagai sebagai salah satu produk air mineral terkemuka di Indonesia melakukan program CSR yang berhubungan dengan produk yang diproduksinya, yaitu air. Mengingat air bersih merupakan salah satu komoditas utama yang sangat penting bagi masyarakat luas.
·Realistis
Pelaksanaan program ini sangat realistis dan memungkinkan untuk dilaksanakan di daerah yang memang mengalami masalah dengan pengadaan air bersih seperti di Timor Tengah Selatan, NTT.
Untuk setiap liter produk AQUA berlabel khusus yang dijual, program ini berkomitmen untuk memberikan 10 liter air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan. Aqua akan mengupayakan memperpendek jarak sumber air ke kawasan penduduk melalui titik-titik pengambilan air. Pembangunan infrastruktur semisal penempatan pipa-pipa penyaluran air di tempat yang strategis agar mudah dijangkau oleh warga sekitar. Jarak tempuh yang tadinya mencapai hampir 1 Kilometer dengan medan yang sanagt sulit ditempuh, kini dengan bantuan pipa penyalur air, jarak tempuh tersebut dapat dipangkas menjadi maksimal hanya 200 Meter saja.
·Terukur
Terdapat tiga kunci utama yang menentukan keberhasilan program. Pertama yaitu perbaikan akses air bersih yang diukur dengan jumlah air yang tersedia dan jarak tempuh yang lebih dekat dan waktu yang lebih singkat untuk memperoleh kebutuhan air minum dan memasak bagi individu dan rumah tangga. Kedua, meningkatnya kesadaran untuk terbiasa hidup bersih dan sehat melalui penyuluhan kesehatan. Ketiga adalah aplikasi yang tepat melalui proses participatory dari stakeholder lokal untuk memastikan kelanjutan program.
·Jangka waktu pogram
jangka waktu dari program ini terlihat dengan jelas, walaupun jarak waktu dari awal peluncuran program ini hingga implementasi nyata program di lapangan terdapat selisih waktu yang cukup signifikan. Dimana program ini dimulai dengan promo program “1L Aqua Untuk 10L Air Bersih” melalui media-media massa dengan jangka waktu dari bulan Juli 2007 hingga September 2007. Sebagai bentuk nyata program ini, pihak Aqua akan menyediakan 10 liter air bersih bagi komunitas untuk kebutuhan memasak, mencuci, dan mandi dari setiap 1 liter botol Aqua ukuran 600 mililiter dan 1.500 mililiter berlabel khusus yang terjual sejak Juli 2007 sampai dengan September 2007.
·Kelanjutan Program
Program “1L Aqua Untuk 10L Air Bersih” ini ternyata tidak berhenti begitu saja. Aqua benar-benar berkomitmen pada program “1L Aqua Untuk 10L Air Bersih” ini. Hal tersebut terlihat dimana pada tanggal 13 Agustus 2009, Danone AQUA mengumumkan peluncuran program komunitas jangka panjang ”1L AQUA untuk 10 L Air Bersih” atau lebih dikenal dengan nama program lanjutan ”Satu untuk Sepuluh” tersebut. Program Satu untuk Sepuluh merupakan program penjangkauan masyarakat yang bertujuan untuk mempromosikan hidup sehat dengan menyediakan akses air bersih dan pendidikan kesehatan. Program ini juga kembali dilanjutkan karena perusahaan menilai bahwa program “1L Aqua Untuk 10L Air Bersih” sebelumnya yang berlangsung pada tahun 2007 dianggap berhasil memenuhi ekspektasi yang diharapkan, baik menurut ekspektasi dari masyarakat setempat maupun ekspektasi dari perusahaan.
Satu untuk Sepuluh tahap II ini merupakan kelanjutan dari program tahap pertama. Pada tahap pertama, program ini telah menyediakan akses air bersih kepada lebih dari 12.000 penerima bantuan di beberapa desa di Kecamatan Boking dan Amanatun Utara di NTT. Sedangkan untuk tahap II, AQUA menargetkan untuk menjangkau 18.900 penerima bantuan di desa-desa di Kecamatan Boking, Amanatun Utara, Toianas dan Noebana di NTT.”
Selanjutnya, program pemeliharaan “1L Aqua Untuk 10L Air Bersih” ini akan menjadi perhatian Aqua pula. Program berkesinambungan ini akan untuk mengikutsertakan warga setempat untuk memelihara sumber air. Rencananya program pemeliharaan ini akan berlangsung selama 10 tahun.
·Keuntungan Bagi Komunitas Setempat
Dari segi keuntungan dan kemudahan yang dirasakan oleh komunitas masyarakat setempat, program “1L Aqua Untuk 10L Air Bersih” ini telah berhasil memberikan dampak yang positif bagi bagi masyarakat di daerah Timor Tengah Selatan NTT. Sebagai contoh, sebelum implementasi program, waktu yang biasanya diperlukan oleh warga setempat untuk memperoleh air adalah sekitar 46 menit. Sekarang setelah program “1L Aqua Untuk 10L Air Bersih” ini berjalan, diperkirakan hanya membutuhkan waktu maksimali 20 menit. Dan jarak tempuh untuk memperoleh air sebelum program ini dilakukan adalah sekitar 1 Kilometer, dan sekarang diperkirakan telah menjadi 200 Meter saja.
·Keuntungan Bagi Perusahaan
Sedangkan dari segi keuntungan yang didapatkan oleh pihak perusahaan dapat dilihat dari penghargaan-penghargaan yang diperoleh oleh Aqua dari program “1L Aqua Untuk 10L Air Bersih” ini. Diantaranya:
-DANONE AQUA berhasil meraih penghargaan MDGs (Millenium Development Goals) dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
-DANONE AQUA berhasil mendapatkan penghargaan dari Metro TV dalam kategori pelestarian lingkungan (environmental sustainability) atas program “1L Aqua Untuk 10L Air Bersih” yang merupakan bagian dari program WASH (water access, sanitation and hygiene)
Sementara dari segi financial, melalui program “1L Aqua Untuk 10L Air Bersih” ini dianggap berhasil mendongkrak pendapatan bersih perusahaan sebesar 19,4% selang waktu dari tahun 2007 hingga 2008.
Didalam menjalankan program-program CSR nya, Aqua pun bekerjasama dengan berbagai lapisan masyarakat, LSM, dan oraganisasi pemerintah sehingga proses pelaksanaan program CSR tersebut dapat terpantau oleh seluruh golongan. Tidak hanya sampai disitu, Aqua pun didalam melaksanakan program-program CSR nya selalu mengutamakan aspek yang berkelanjutan. Dimana setiap program CSR yang telah dilaksanakan dipantau perkembangan dan tingkat keberhasilannya, kemudian program tersebut dilakukan secara continue dan berkesinambungan sehingga tidak hanya sekedar membahagiakan masyarakat secara instant dan sekejap. Keseluruh hal tersebut menimbulkan pencitraan yang baik bagi Aqua selaku perusahaan air mineral terkemuka di Indonesia.
1.Etika
berasal dari bahasa Yunani, ethos (tunggal) atau ta etha (jamak)
yang berarti watak, kebiasaan dan adat istiadat. Pengertian ini berkaitan
dengan kebiasaan hidup yang baik, baik pada diri seseorang maupun suatu masyarakat
yang diwariskan dari satu generasi ke generasi yang lain.
2.Pengertian
etika yang kedua berbeda dengan moralitas. Etika dalam pengertian kedua ini
dipahami sebagai filsafat moral atau ilmu yang menekankan pada pendekatan
kritis dalam melihatdan memahami nilai
dan norma moral serta permasalahan-permasalahan moral yang timbul dalam
kehidupan bermasyarakat.
Pengertian etika kedua, berbeda dengan yang pertama
karena tidak berisikan nilai dan norma-norma kongkret yang menjadi pedomanhidup manusia
3.Definisi etika bisnis sendiri
sangat beraneka ragam tetapi memiliki satu pengertian yang sama, yaitu
pengetahuan tentang tata cara ideal pengaturan dan pengelolaan bisnis yang
memperhatikan norma dan moralitas yang berlaku secara universal dan secara
ekonomi/sosial, dan penerapan norma dan moralitas ini menunjang maksud dan
tujuan kegiatan bisnis (Muslich,1998:4). Ada juga yang mendefinisikan etika
bisnis sebagai batasan-batasan sosial, ekonomi, dan hukum yang bersumber dari
nilai-nilai moral masyarakat yang harus dipertanggungjawabkan oleh perusahaan
dalam setiap aktivitasnya (Amirullah & Imam Hardjanto, 2005).
Teori – Teori Etika
1.Etika
Deontologi, berasal dari kata Yunani deon yang berarti
kewajiban. Etika deontologi menekankan kewajiban manusia untuk bertindak secara
baik. Menurut teori ini tindakan dikatakan baik bukan karena tindakan itu
mendatangkan akibat baik, melainkan berdasarkan tindakan sendiri sebagai baik
pada dirinya sendiri.
Contoh: manusia beribadah
kepada Tuhan karena sudah merupakan kewajiban manusia untuk menyembah Tuhannya,
bukan karena perbuatan tersebut akan mendapatkan pahala.
Ada
tiga prinsip yang harus dipenuhi :
1.Supaya tindakan punya nilai
moral, tindakan ini harus dijalankan berdasarkan kewajiban
2.Nilai moral dari tindakan ini
tidak tergantung pada tercapainya tujuan dari tindakan itu melainkan tergantung
pada kemauan baik yang mendorong seseorang untuk melakukan tindakan itu,
berarti kalaupun tujuan tidak tercapai, tindakan itu sudah dinilai baik
3.Sebagai konsekuensi dari kedua
prinsip ini, kewajiban adalah hal yang niscaya dari tindakan yang dilakukan
berdasarkan sikap hormat pada hukum moral universal
4.Bagi Kant, Hukum Moral ini
dianggapnya sbg perintah tak bersyarat (imperatif kategoris), yg berarti hukum
moral ini berlaku bagi semua orang pada segala situasi dan tempat
5.Perintah Bersyarat adalah
perintah yg dilaksanakan kalau orang menghendaki akibatnya, atau kalau akibat
dari tindakan itu mrpk hal yg diinginkan dan dikehendaki oleh orang tsb.
6.Perintah Tak Bersyarat adalah
perintah yg dilaksanakan begitu saja tanpa syarat apapun, yaitu tanpa
mengharapkan akibatnya, atau tanpa mempedulikan apakah akibatnya tercapai
dan berguna bagi orang tsb atau tidak.
2.Etika Teleologi, berasal dari kata Yunani telos yang berarti tujuan, sasaran,
akibat dan hasil. Menurut teori ini, suatu tindakan dikatakan baik jika
tujuannya baikdan membawa akibat yang
baik dan berguna.
·Dari sudup pandang“apa tujuannya”, etika teleologi dibedakan
menjadi dua yaitu
a.Teleologi Hedonisme (hedone=
kenikmatan) yaitu tindakan yant bertujuan untukmencarikenikmatan dan kesenangan.
b.Teleologi Eudamonisme
(eudamonia=kebahagiaan) yaitu tindakan yang bertujuan mencari kebahagiaan hakik
·Dari sudut pandang “untuk siapa
tujuannya”, etika teleologi dibedakan menjadi dua yaitu:
a.Egoisme Etis, yaitu tindakan yang pada dasarnya bertujuan
untuk mengejar kepentingan pribadi dan memajukan dirinnya sendiri.
b.Utilitarianisme, yaitu tindakan yang berguna dan
membawa manfaat bagi semua pihak
3.Teori Hak
·Dalam
pemikiran moral dewasa ini barangkali teori hak ini adalah pendekatan yang
paling banyak dipakai untuk mengevaluasi baik buruknya suatu
perbuatan atau perilaku.
·Teori
Hak merupakan suatu aspek dari teori deontologi, karena berkaitan dengan
kewajiban. Hak dan kewajiban bagaikan dua sisi uang logam yang sama.
·Hak
didasarkan atas martabat manusia dan martabat semua manusia itu sama. Karena
itu hak sangat cocok dengan suasana pemikiran demokratis.
4.Teori Keutamaan (Virtue)
Memandang
sikap atau akhlak seseorang. Tidak ditanyakan apakah suatu perbuatan tertentu
adil, atau jujur, atau murah hati dan sebagainya. Keutamaan bisa
didefinisikan sebagai berikut : disposisi watak yang telah
diperoleh seseorang dan memungkinkan dia untuk bertingkah
laku baik secara moral.
Contoh
keutamaan :
·Kebijaksanaan
·Keadilan
·Suka
bekrja keras
·Keutamaan
yang harus menandai pebisnis perorangan bisa disebut : kejujuran, fairness,
kepercayaan dan keuletan. Keempat keutamaan ini berkaitan erat satu sama
lain dan kadang-kadang malah ada tumpang tindih di antaranya.
·Fairness
: kesediaan untuk memberikan apa yang wajar kepada semua orang dan dengan wajar
dimaksudkan apa yang bisa disetujui oleh semua pihak yang terlibat dalam suatu
transaksi.
·Keramahan
merupakan inti kehidupan bisnis, keramahan itu hakiki untuk setiap
hubungan antar manusia, hubungan bisnis tidak terkecuali.
·Kehormatan
adalah keutamaan yang membuat karyawan menjadi peka terhadap suka dan duka
serta sukses dan kegagalan perusahaan.
·Rasa
malu membuat karyawan solider dengan kesalahan perusahaan.
Ada
3 jenis masalah yang dihadapi dalam Etika yaitu
:
1.sistematik
Masalah-masalah
sistematik dalam etika bisnis pertanyaan-pertanyaan etis yang muncul mengenai
sistem ekonomi, politik, hukum, dan sistem sosial lainnya dimana bisnis
beroperasi.
2.Korporasi
Permasalahan
korporasi dalam perusahaan bisnis adalah pertanyaan-pertanyaan yang dalam
perusahaan-perusahaan tertentu. Permasalahan ini mencakup pertanyaan tentang
moralitas aktivitas, kebijakan, praktik dan struktur organisasional perusahaan
individual sebagai keseluruhan.
3.Individu
Permasalahan
individual dalam etika bisnis adalah pertanyaan yang muncul seputar individu
tertentu dalam perusahaan. Masalah ini termasuk pertanyaan tentang moralitas
keputusan, tindakan dan karakter individual.